Nasi pecel, menu yang tak pernah membosankan. Sayur-sayuran yang disiram bumbu sambal kacang ini disukai berbagai kalangan. Salah satu warung yang patut dikunjungi pecinta pecel di Kota Semarang adalah Warung Pecel Bu Sumo. Meskipun banyak bertebaran warung, pecel Bu Sumo ini salah satu yang cukup populer.Warung yang diberi nama sesuai dengan nama pendirinya, yaitu Sumodimejo ini sekarang sudah memiliki 4 cabang tersebar di Semarang dan satu di Ungaran. Cabang-cabang tersebut, dikelola oleh 5 anak dari pasangan Sumodimejo dan Warisa.
Salah satu cabangnya di Jalan Kyai Saleh no 8 Semarang. Meski bangunan warung hanya terbuat dari bambu dan papan, tapi tak pernah sepi pengunjung. Setiap hari, rata-rata warung ini mampu menghabiskan 50 kilogram beras. Bahkan di hari libur seperti tanggal merah atau hari Minggu, sampai 75 kilogram beras.
Sesungguhnya, menu yang disajikan di warung bercat hijau ini tidak jauh berbeda dengan warung-warung pecel lainnya. Yaitu nasi pecel lengkap dengan berbagai lauknya. Di antaranya babat, lidah, paru, iso, limpa, ayam goreng daging ati, telur ceplok, pepes kakap, dan bandeng.
Menurut Tugiyah Isbantini, anak kedua Sumodimejo, rahasia sukses warung pecel Bu Sumo ini, justru dari bangunannya yang sederhana. “Mungkin karena bangunan warung ini sederhana, orang tidak takut masuk. Biasanya kalau restoran yang bangunannya mewah orang enggan masuk. Takut kalau-kalau harganya mahal,” jelasnya sambil tersenyum.Cabang dari warung yang mulai eksis melayani pelanggan sejak 19 Desember 1965 ini, masing-masing di Ungaran yang dikelola anak pertama Sumodimejo yaitu Wakiman, kemudian di Jalan Kyai Saleh no 8 dikelola anak ke-2, Tugiyah Isbantini. Sedangkan di pujasera kawasan Jalan Kyai Saleh dikelola anak ke-3 dan 4 yaitu Raminah dan Riyadi. Serta cabang di Gombel dikelola Slamet anak ke-5.
0 comments:
Post a Comment